Banyak yang tak mampu kujangkau tentang kau
Setidaknya, jika memang begitu berilah semua pertanyaanku
jawabannya.
Malam kemarin hingga sore hari aku tak henti mengeluh
tentangmu, sahabat-sahabatku juga beberapa kali menanyakanmu, dan aku, hanya
bisa memasang muka tak tahu. Aku dibuat seperti orang bodoh hari ini olehmu,
membuat hari ini dilalui dengan dongkol, juga pertanyaan-pertanyaan yang entah
akan kutanyakan ke siapa sebab jika kutanyakan padamu jelas tak akan menemui
jawabannya. Aku bahkan sempat berpikir kau hanya seorang pembohong dan salah
seorang sahabatku berkata bahwa kau adalah laki-laki yang tak punya nyali.
Entahlah. Hari ini perbincangan tentangmu hanya berupa hal-hal negatif.
Bahkan setelah kau sampai di kotaku, pertanyaan-pertanyaanku
hanya seperti lalu bagimu. Sedang kedua sahabatku berkata bahwa kau sedang
mempersiapkan kejutan untukku. Tapi aku, tak begitu suka kejutan; daridulu. Kau
telah mengacaukan waktuku hari ini, meruntuhkan harapanku berkali-kali, dan
pertanyaan-pertanyaanku hanya jadi teka-teki. Setidaknya, bisakah kau tak
membuat orang yang telah telanjur jatuh hati padamu ini khawatir? Setidaknya,
kabari aku dengan pernyataan yang jelas agar aku tak sibuk bertanya-tanya.
Semoga setelah ini, kau tak menjadi seseorang yang membuat
cemas-cemasku semakin liar. Jika tidak, aku tak bisa menjaga diriku untuk tak
lagi tak memedulikanmu sebab aku bukan seseorang yang pandai memelihara rasa
cemas. Aku tak ingin membuat diriku sendiri malas untuk tak memikirkanmu tapi
jika kau masih terus saja seperti hari ini, maka entahlah… mungkin aku atau kau
nanti yang akan memilih enyah.
Untuk penutup surat ini, aku ucapakan “Selamat datang di
kota Surabaya.” Semoga dari sini kita dapat memulai apa-apa yang harusnya
memang kita mulai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar