Selasa, 16 Februari 2016

Pertanyaan-Pertanyaan yang Menimbulkan Cemas Juga Gemas

Banyak yang tak mampu kujangkau tentang kau
Setidaknya, jika memang begitu berilah semua pertanyaanku jawabannya.

Malam kemarin hingga sore hari aku tak henti mengeluh tentangmu, sahabat-sahabatku juga beberapa kali menanyakanmu, dan aku, hanya bisa memasang muka tak tahu. Aku dibuat seperti orang bodoh hari ini olehmu, membuat hari ini dilalui dengan dongkol, juga pertanyaan-pertanyaan yang entah akan kutanyakan ke siapa sebab jika kutanyakan padamu jelas tak akan menemui jawabannya. Aku bahkan sempat berpikir kau hanya seorang pembohong dan salah seorang sahabatku berkata bahwa kau adalah laki-laki yang tak punya nyali. Entahlah. Hari ini perbincangan tentangmu hanya berupa hal-hal negatif.
Bahkan setelah kau sampai di kotaku, pertanyaan-pertanyaanku hanya seperti lalu bagimu. Sedang kedua sahabatku berkata bahwa kau sedang mempersiapkan kejutan untukku. Tapi aku, tak begitu suka kejutan; daridulu. Kau telah mengacaukan waktuku hari ini, meruntuhkan harapanku berkali-kali, dan pertanyaan-pertanyaanku hanya jadi teka-teki. Setidaknya, bisakah kau tak membuat orang yang telah telanjur jatuh hati padamu ini khawatir? Setidaknya, kabari aku dengan pernyataan yang jelas agar aku tak sibuk bertanya-tanya.
Semoga setelah ini, kau tak menjadi seseorang yang membuat cemas-cemasku semakin liar. Jika tidak, aku tak bisa menjaga diriku untuk tak lagi tak memedulikanmu sebab aku bukan seseorang yang pandai memelihara rasa cemas. Aku tak ingin membuat diriku sendiri malas untuk tak memikirkanmu tapi jika kau masih terus saja seperti hari ini, maka entahlah… mungkin aku atau kau nanti yang akan memilih enyah.


Untuk penutup surat ini, aku ucapakan “Selamat datang di kota Surabaya.” Semoga dari sini kita dapat memulai apa-apa yang harusnya memang kita mulai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik