Halo te, sudah di Jakarta ya? Tadi aku lihat di path
Surat
ketiga ini mau aku kirimin ke tante Kikik, kenapa? Karena aku masih belum bisa
move on dari keseruan kita ketika berenang, sebenarnya bukan waktu berenang aja
sih tapi perjalanannya juga. Lagu Drag Me Down & Bang Bang rasanya jadi ost
kebersamaan kita waktu itu, jadi setiap aku putar dua lagu itu selalu
keingetnya club di mobil ala-alanya kita. Kita sudah sering hang out barengt
juga sih, cuma yang paling berkesan ya waktu kita berenang itu. Kita bicara
soal era-era SMP kita dulu, yang selalu berdelapan. Makan mie ayam bareng di
daerah Sugihwaras, eh itu masih ada nggak sih mie ayamnya? Kita dulu nyebutnya
mie ayam apa ya, aku lupa? Terus ngumpul bareng, rujakan di rumah Firoh.
Kebersamaan kita di era SMP itu sempat bikin aku galau setengah mati ketika
berpisah di jenjang SMA. Katanya masa-masa SMA itu masa-masa indahnya
pertemanan, tapi aku nggak mendapatkan itu. Bisa dibilang waktu di SMA aku
nggak begitu punya teman sekalipun memang ada tapi nggak sedekat kita waktu
berdelapan. Yang ada, kehidupan SMAku itu hanya percintaan. Aku sempat
menangisi perisahan kita sebenarnya, ya tapi nggak ada yang tahu. Dulunya aku
pikir masih bisa dekat sama Firoh, soalnya rumah kami nggak begitu jauh. Tapi
ternyata nggak juga, aku heran juga sih kok akhirnya jadi kita berdua aja yang
masih deket bisa hang out bareng padahal kan yang satu perumahan sama tante ada
banyak. Ada Tiara, Maya, & Fani.
Tapi
kalau flashback lagi, kita berdua sudah sebangku sejak SMP kelas satu kan.
Waktu itu rambutmu masih panjaaaaang banget, tiap hari dikuncir. Aku pikir kamu
anaknya tomboy loh waktu itu meskipun rambutnya panjang. Terus jujur aja, waktu
itu aku nggak seberapa cocok sama kamu ehehehe. Yang paling aku inget waktu
kita sebangku itu, ketika kamu kedatangan tamu bulanan. Kamu kayaknya dilep
waktu it uterus merintih-rintih ahahaha, lucu sih. Terus giliran aku yang
kedatangan tamu bulanan aku remes-remes tangan kamu ahahaha. Ah, sepertinya
kamu lupa ya soal ini ihihihi. Tak apa, yang jelas di surat ini aku ingin
mengungkapkan betapa bahagianya aku punya tante in crime kayak tante Kikik.
Semoga bisa sering-sering ngeluangin waktu buat Q-time berdua, ya kalau bisa
berdelapan lagi tapi sepertinya mustahil ya. Sebab teman-teman kita yang lain
itu pasti punya jalannya masing-masing yang belum bisa meluangkan kebersamaan
seperti era SMP dulu.
Baiklah,
sekian dulu surat cinta buat tante in crimeku tersayang ini. Jangan lupa
oleh-oleh long holidaynya dari Jakarta. Aku masih menunggumu loh te buat jadi
mentor ehehehe.
Salam sayang, keponkanmu;

Tidak ada komentar:
Posting Komentar