Tampilkan postingan dengan label Linguistik Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linguistik Umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

Paradigma Dikotomis dalam Linguistika


Paradigma dikotomis dalam linguistik memiliki beberapa bagian, dikotomi atau pembagian atas dua kelompok yang saling bertentangan dalam linguistik. Pertama adalah linguistik teoriti adalah cabang llinguistik yang memusatkan perhatian pada teori umum dan metode-metode umum dalam penyelidikan bahasa, sedangkan linguistik terapan adalah pemanfaatan pengetahuan tentang alamiah bahasa yang dihasilkan oleh peneliti bahasa yang dipergunakan untuk meningkatkan keberhasilgunaan tugas-tugas praktis yang menggunakan bahasa sebagai komponen inti.Selanjutnya linguistik prespektif adalah pandangan dari sudut satuan bahasa sebagaimana satuan itu berhubungan dengan yg lain dalam suatu sistem atau jaringan. linguistik desktiptif adalah bidang linguistik yang menyelidiki sistem bahasa pada waktu tertentu,pendekatan linguistik dengan mempergunakan teknik penelitian lapangan dan tata istilah yang sesuai untuk bahasa yang diselidiki.Linguistik makro yaitu bidang linguistik yang mempelajari bahasa dlam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa, termasuk di dalamnya bidang interdisipliner dan bidang terapan.Linguistik mikro yaitu bidang linguistik yang mempelajari bahasa dari dalam dengan kata lain mempelajari struktur bahasa itu sendiri. historis komparatif (diakronis) adalah linguistik yang mempelajari dan menyelidiki perkembangan bahasa dari satu masa ke masa lain.Sedangkan tipilogi komparatif membandangkin keserumpunan bahasa dari berbagai bahasa yang ada.

            Linguistik struktural adalah linguistik yang menekankan struktur, yaitu bentuk-bentuk formal bahasa.Sedangkan linguistik pragmatikal adalah maksud pembicara yang secara tersurat atau tersirat di balik tuturan yang dianalisis. Linguistik sinkronis adalah mempelajari bahasa pada suatu kurun waktu tertentu sedangkan linguistik diakronis adalah subdisiplin linguistik yang menyelidiki perkembangan suatu bahasa dari masa ke masa. sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan sedangkan paradigmatik merupakan hubungan antara unsur-unsur bahasa dalam tataran tertentu dengan unsur-unsur lain di luar tataran itu yang dapat dipertukarkan.Perfomansi adalah proses pemahaman yang melibatkan kemampuan mengamati atau mempersepsi kalimat-kalimat  yang didengar. Kompetensi adalah proses penguasaan tatabahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) secara tidak disadari. Kompetensi semantik) secara tidak disadari.

Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa di Indonesia


Ilmu Bahasa atau biasa disebut dengan linguistik telah berkembang di Indonesia dengan beberapa periode. abad 19 yang disebut tata bahasa adalah kelas kata sehingga buku-buku tata bahasa banyak mengulas tentang hal tersebut. Hal itu karena banyak mendapat pengaruh tata bahasa tradisional model Yunani dan Latin. Pada periode 40-an sampai 60-an karya-karya kebahasaan dapat dibagi atas tata bahasa pedagogis (digunakan untuk pengajaran bahasa Indonesia di sekolah) dan tata bahasa teoretis. Contoh karya-karya pedagogis adalah Tata bahasa Baru Bahasa Indonesia (1949-1950) karya STA yang banyak berpengaruh pada pengajaran bahasa Indonesia. Pada periode 60-an sampai 70-an menandai dimulainya kajian-kajian empiris tentang bahasa Indonesia maupun bahasa-bahasa lain.
            Antara tahun 70-an sampai 80-an teori linguistik Indonesia ditandai penerapan teori aliran Leiden, dan teori TG. Penelitian linguistik mulai berkembang dan banyak mendapat pengaruh dari aliran-aliran tersebut. Para sarjana yang mencoba menerapkan teori deskriptif Leiden antara lain Muhajir, Badudu, Ayatrohaedi, dan Tarigan.Para sarjana yang mendapat beasiswa Ford Foundation juga mulai menerapkan teori TG, mislanya Samsuri (yang sebelumnya beraliran Neo-Bloomfieldian) beralih ke TG. Salah satu karyanya Tata Kalimat Bahasa Indonesia (1985). Ada juga sarjana yang melakukan penelitian bersifat fungsionalistis, misalnya Sudaryanto, dalam karyanya Predikat-Obyek dalam Bahasa Indonesia (1979).Hal baru yang diperkenalkan dalam sistem bahasa Indonesia adalah mengenai wacana sebagai satuan terbesar dalam hierarki gramatikal. Konsep ini diperkenalkan Kridalaksana (1970 dan 1978).
            Pada periode 80-an sampai 90-an perkembangan teori linguistik merupakan sintesis atas teori-teori yang ada. Penelitian dalam bidang pragmatik mulai mendapat tempat cukup penting dalam penelitian linguistik Indonesia. Selain itu, Kridalaksana mengupayakan dibangunnya sebuah teori sintaksis yang merupakan sebuah sintesis dengan dipengaruhi oleh gerakan fungsionalisme. Selain hal itu, beberapa kegiatan ilmiah, seminar, lokakarya, dan semacamnya diselenggarakan guna mendorong perkembangan linguistik di Indonesia.Muncul seorang pelopor leksikografi modern Indonesia, yaitu W.J.S. Poerwadarminta. Kamusnya yang terkenal adalah Kamus Umum Bahasa Indonesia (1952). Selain itu ia juga menaruh perhatian pada bahasa Jawa dan Jawa Kuno.Perkembangan linguistik malahan semakin meriah pada tahun 2000 hingga sekarang ini dengan munculnya beragam bidang dan pendekatan kajian linguistik yang dilakukan di pelbagai universitas di Indonesia. Ada juga kecendrungan beberapa tahun terakhir penelitian linguistik berorientasi pada eksplorasi bidang pragmatik bahasa Indonesia. 

Sejarah Ilmu Bahasa


Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani (abad 6 SM). Alur pemikirannya dimulai dari zaman kuno, diawali dengan zaman pra-sokrates yang ditandai oleh usaha mencari asal (asas) segala sesuatu ("arche" ). Pada zaman sokrates metode yang digunakan oleh Sokrates biasa disebut dialektika, dari kata kerja Yunani dialegesthai, yang artinya bercakap-cakap atau berdialog. Plato berpendapat bahwa bahasa adalah physei atau mirip realitas; sedangkan Aristoteles mempunyai pendapat sebaliknya yaitu bahwa bahasa adalah thesei atau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi (sound symbolism). Kemudian pada abad 3 SM-5M disebut dengan zaman Patristik atau para pemikir Bapa Gereja Katolik yang mengandung unsur neo-platonisme dan juga pada abad 5M terdaparat Helenisme, yaitu kebudayaan yunani yang mencapai puncak tertingginya di Athena pada abab ke 5 SM.
Pada zaman Renaisans penelitian bahasa mulai berkembang ke bahasa-bahasa Roman (bahasa Prancis, Spanyol, dan Italia) yang dianggap berindukkan bahasa Latin, juga kepada bahasa-bahasa yang nonRoman seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, dan Denmark. Zaman Rasionalisme adalah merupakan faham atau aliran atau ajaran yang berdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.Selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki. Pada zaman ini hal yang khas bagi ilmu pengetahuan adalah penggunaan yang eksklusif daya akal budi (ratio) untuk menemukan kebenaran. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Kemudian berlanjut pada zaman idealisme yang menekankan “idea” (dunia roh) sebagai objek pengertian dan sumber pengetahuan sedangkan positivisme yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik.
Pada zaman post-modern tokoh yang terkenal adalah Ferdinand de Saussure yang memiliki pemikiran bahwa bahasa lisan lebih utama dari pada bahasa tulis. Tulisan hanya merupakan sarana yang mewakili ujaran. Linguistik bersifat deskriptif, bukan preskriptif seperti pada tata bahasa tradisional. Para ahli linguistik bertugas mendeskripsikan bagaimana orang berbicara dan menulis dalam bahasanya, bukan memberi keputusan bagaimana seseorang seharusnya berbicara.Ilmu linguistik berkembang secara dekonstruk pada 1965-1984 M yang tidak berdiri sendiri melainkan bekerja sama dengan berbagai disiplin ilmu lain. 

Hakikat Ilmu Bahasa


Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). Linguistik berarti ilmu bahasa. Kata linguistik berasal dari kata Latin lingua yang berarti bahasa. Orang yang ahli dalam ilmu linguistik disebut linguis. Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum (general linguistic) karena tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja.
Ferdinand De Saussure seorang sarjana Swiss dianggap sebagai pelopor linguistik modern. Bukunya yang terkenal adalah Cours de linguistique generale (1916). Buku tersebut dianggap sebagai dasar linguistik modern. Beberapa istilah yang digunakan olehnya menjadi istilah yang digunakan dalam linguistik. Istilah tersebut adalah langue, language, dan parole.Langue mengacu pada suatu sistem bahasa tertentu yang ada dalam benak seseorang yang disebut competence oleh Chomsky. Langue ini akan muncul dalam bentuk parole, yaitu ujaran yang diucapkan atau yang didengar oleh kita. Jadi, parole merupakan performance dari langue. Parole inilah yang dapat diamati langsung oleh para linguis. Sedangkan language adalah satu kemampuan berbahasa yang ada pada setiap, manusia yang sifatnya pembawaan. Pembawaan ini pun harus dikembangkan melalui stimulus-stimulus. Jika dikaitkan dengan istilah-istilah dari Ferdenand De Saussure, maka yang menjadi objek dalam linguistik adalah hal-hal yang dapat diamati dari bahasa yakni parole dan yang melandasinya yaitu langue.
Sebagai sebuah gejala yang kompleks, bahasa dapat diamati atau dikaji dari berbagai segi. Hal ini melahirkan berbagai cabang linguistik. Berdasarkan segi keluasan objek kajiannya, dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus. Berdasarkan segi keluasan objek kajiannya, dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik. Berdasarkan bagian-bagian bahasa mana yang dikaji, dapat dibedakan adanya linguistik mikro dan makro yang sering juga diistilahkan dengan mikrolinguistik dan makrolinguistik. Berdasarkan tujuannya, dapat dibedakan antara linguistik teoritis dan linguistik terapan. Berdasarkan alirannya, linguislik dapat diklasifikasikan atas linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik trasformasional, linguistik generatif, linguistik relasional, dan linguistik sistemik. Di samping cabang-cabang linguistik di atas, Verhaar juga memasukkan pembahasan fonetik dan fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik sebagai cabang linguistik.

Senin, 08 Oktober 2012

Sejarah Bahasa


Sampai saat ini belum ada teori yang memuaskan tentang sejarah bahasa. Untuk berkomunikasi dengan orang lain kita menggunakan bahasa, dan dengan bahasa itulah sesama manusia saling mengenal, berinteraksi, bersosialisasi dan mengenal satu sama lainnya termasuk juga mengenal benda-benda lain. Sebuah studi yang baru-baru ini dirilis menguak misteri asal-muasal bahasa yang digunakan manusia. Science Magazine edisi 15 April 2011 mengungkapkan bahwa bahasa yang digunakan oleh manusia pertama kali muncul di selatan Afrika. Dari sanalah kemudian bahasa ini menyebar ke seluruh dunia.

Sekarang ini terdapat sekitar 5000 bahasa yang dipakai di dunia, bahkan 1/3 dari jumlah tersebut digunakan oleh mereka yang tinggal di Afrika. Sejarah bahasa mencatat bahwa sebuah bahasa saling terhubung dengan kesamaan kata, kesamaan suara, dan juga konstruksi gramatikal. Secara teori dijelaskan bahwa anggota dari setiap linguistik diturunkan dari satu bahasa dan tentu saja satu nenek moyang. Walaupun sejarah bahasa hingga saat ini belum terungkap, namun perkembangan kosakata baru tetap terus terjadi. Ini merupakan bukti bahwa bahasa mengalami perkembangan tanpa bisa dibendung. Beberapa peneliti pernah mengungkapkan bahwa awal terjadinya bahasa adalah pada saat 3000 sebelum masehi dimana pada saat itu bahasa diadopsi oleh Nomad dari Eropa Timur dan Asia Barat. Sekitar 100.000 tahun yang lalu, homo sapiens mungkin telah mengubah cara komunikasi utama dari gerakan tangan dan muka menjadi vokalisasi dan penggunaan suara-suara yang berbeda untuk menyampaikan berbagai makna. Lambat laun,gerakan isyarat berkurang meskipun kita masih menggunakannya untuk menegaskan pembicaraan. Teriakan digunakan untuk seruan ketakutan atau ledakan emosi.

Walaupun sejarah bahasa hingga saat ini belum terungkap, namun perkembangan kosakata baru tetap terus terjadi. Ini merupakan bukti bahwa bahasa mengalami perkembangan tanpa bisa dibendung. Beberapa peneliti pernah mengungkapkan bahwa awal terjadinya bahasa adalah pada saat 3000 sebelum masehi dimana pada saat itu bahasa diadopsi oleh Nomad dari Eropa Timur dan Asia Barat.

BAHASA


Penggunaan bahasa sangat mutlak diperlukan untuk berkomunikasi. Bahasa Sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa symbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Menurut Ferdinand De Saussure bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain. Sedangkan pendapat dari William A. Haviland menyatakan bahwa bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu. John B. Carol juga meninjau bahasa dari sudut linguistik yang merupakan sistem bunyi vokal berstruktur dan urutan-urutan bunyi.
            Bahasa adalah semua bunyi bahasa yang dihasilkan oleh alat-alat sebutan manusia seperti rongga mulut, hidung, paru-paru dan artikulator-artikulator lain. Setiap bahasa mempunyai susunan tertentu, dalam bentuk bunyi-bunyi perkataan, susunan perkataan, tatabahasa atau sintaksis yang dikatakan bersistem. Tiap-tiap bahasa mempunyai bentuk-bentuk tertentu seperti perkataan, frasa, klausa dan ayat. Setiap pertuturan dalam bahasa mempunyai makna bagi penutur dan pendengar. Bahasa berubah dan berkembang selagi wujudnya interaksi antara penutur. Bunyi-bunyi bahasa dihasilkan satu demi satu (satu lambang mewakili satu bunyi) oleh pergerakan alat-alat sebutan secara linear.
            Bahasa bisa mengacu kepada kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks, atau kepada sebuah instansi spesifik dari sebuah sistem komunikasi yang kompleks. Kajian ilmiah terhadap bahasa dalam semua indra disebut dengan linguistik. Penggunaan bahasa telah berakar dalam kultur manusia, selain digunakan untuk berkomunikasi dan berbagi informasi, ia juga memiliki fungsi sosial dan kultural, seperti untuk menandakan identitas suatu kelompok, stratifikasi sosial dan untuk dandanan sosial dan hiburan. Kata "bahasa" juga dapat digunakan untuk menjelaskan sekumpulan aturan yang membuat ia bisa ada, atau sekumpulan penyebutan yang dapat dihasilkan dari aturan tersebut.
            Jadi kesimpulannya bahwa bahasa adalah suatu tanda, baik lisan, gerakan maupun tulisan, yang mampu dimengerti oleh orang lain dan mampu menjadi media dalam bertukar pikiran, wawasan dan perasaan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Sehingga bahasa sangat diperlukan untuk berinteraksi antar satu sama lain.
 

Template by BloggerCandy.com | Header Image by Freepik