v
Definisi Frasa
Ø
Dalam hierarki satuan bahasa, frasa terletak
diantara klausa dan kata. Posisinya di bawah klausa dan di atas kata.
Ø
Frasa ialah satuan gramati yang terdiri atas dua
kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa (Ramlan, 1987 :
151).
Ø
Frasa adalah satuan gramatikal yang berupa
gabungan kata dengan kata yang sifatnya nonpredikatif (Kridalaksana, 1983 : 46;
Cook dalam Tarigan, 1985 : 50).
Ø
Frasa hanya menduduki satu fungsi gramatika.
Ø
Jadi Frasa ialah :
1.
Terdiri atas dua kata atau lebih;
2.
Tidak melampaui batas fungsi.
v
Jenis Frasa
·
Berdasarkan kategori katanya:
1.
Frasa Verbal;
2.
Frasa Nominal;
3.
Frasa Adjektival;
4.
Frasa Numerial;
5.
Frasa Preposisional.
1.
Frasa Verbal
·
Frasa Verbal (FV) frasa yang berinti verba.
·
Setiap FV memiliki unsur inti dan pendamping.
·
Posisi pendamping, umumnya bersifat pasti
(fixed) sehingga tidak dapat dipindahkan secara bebas ke posisi lain.
·
FV bukan pengisi S,O, dan Pelengkap.
2.
Frasa Nominal
·
FN frasa yang berinti nomina.
·
Pada kalimat “Surat cinta pertama kita ini akan
kau lupakan setelah pipiku keriput nanti?”, “Surat cinta kita pertama ini”
merupakan FN dengan inti “Surat cinta pertama kita” dan pewatas belakang
pronomina penunjuk umum “ini”.
1.
Frasa Adjektival
·
Frasa adjektival adalah frasa yang berinti
adjektiva.
a.
Pewatas + inti (Adj)
Sudah tenang, harus tenang, harus sudah tenang, sudah tidak tenang.
b.
Inti (Adj) + pewatas
Tenang lagi, tidak akan tenang lagi
c.
Menyatakan perbandingan
...sudah lebih baik daripada,.....
2.
Frasa Numeral dan Frasa Preposional
·
F.Num dan F.Prep dapat dipahami dengan
beranalogi pada konsep FV, FN, Fadj.
·
Pada kalimat “Sejak cintanya terbagi dua, satu
butir ke kiri, satu butir ke kanan.”, “satu butir” merupakan Fnum dengan ini “satu”
dan pewatas belakang “butir”.
·
“ke kiri” dan “ ke kanan” pada kalimat di depan
merupakan Fprep dengan inti “ke” dan pewatas belakang “kiri” dan “kanan”.
v
Jenis Frasa Berdasarkan Distribusinya :
1.
Frasa Endosentrik : yang berdistribusi sama
dengan unsur intinya.
a.
F.e koordinatif (dua inti, dapat dihubungkan
dengan konjungsi.
-
Belajar atau bekerja.
-
Rumah pekarangan.
-
Suami istri
b.
F.e atributif (satu inti)
-
Akan dimulai.
-
Menyenangkan sekali.
-
Sudah sangat kronis.
ü
Berpola atribut + inti → sering
tampil, asyik bertelepon
ü
Berpola inti + atribut → pabrik
gula, menyenangkan sekali
ü
Berpola atribut terbelah → tiga mahasiswa berprestasi,
seikat bunga mawar
ü
Berpola atribut manasuka → lain orang – orang lain
c.
F.e apositif (ada unsur inti dan unsur
aposisi)
-
SBY, Presiden RI, akan berkunjung ke Surabaya,
Provinsi Jawa Timur.
2.
Frasa Eksosentrik (tidak mempunyai distribusi
yang sama dengan unsur intinya).
a.
F.e Direktif
1.
F,e direktif preposional → dari kampus, ke tempat kerja
2.
F,e direktif konjungtif → karena bimbang, walaupun ragu
3.
F,e direktif artikel → Yang Maha Esa
b.
F.e nondirektif/ konektif
...sebagai direktur,...
...adalah
pengusaha.